Jumat, 13 April 2012

Istriku, Dengarkan Kata Hatiku

Tidak saling memahami dalam berumah tangga bisa menimbulkan keretakan hubungan cinta dalam keluarga. Jangankan istri, suami pun punya sekali banyak pengaduan yang perlu disampaikan kepada sang istri, diantarannya :

- Istriku kurang menghargaiku

- Istriku jarang bersolek untukku

- Istriku banyak menuntut dan matre

- Istriku tidak bisa mendidik anak dengan baik

- Istriku akhlaknya kurang terpuji

- Istriku tak pandai menjaga perasaanku

- Istriku bersikap buruk terhadap keluargaku

- Istriku tak menyemangati ibadahku

Seorang suami terkadang enggan menyampaikan isi hati pada istrinya. Hal ini disebabkan sifat laki-laki yang identik dengan sifat pendiam dan pemendam. Pada akhirnya kata hatinya pun menjadi konsumsi pribadi yang tidak tersampaikan kepada pasangan. Padahal, berawal dari sinilah terkadang konflik keluarga terjadi, komunikasi yang tidak tersampaikan.

Buku ini hadir mewakili para suami. Ulasan penulis tidak sebatas pada jawaban saja, tapi juga disertai contoh kisah yang menggugah. Sehingga, diharapkan istri bisa berubah menjadi lebih baik dan terjagalah keharmonisan dalam keluarga.
Semoga menjadi bacaan yang bermanfaat.
Adm : Rudi I

Selasa, 10 April 2012

Suamiku, Dengarkanlah Curahan Hatiku


Banyak cara yang dapat kita lakukan agar keluarga yang kita bangun tetap seperti pertama kali kita menikah. Yaitu dengan mengingat memori indah yang kita jalani pada awal pernikahan kita. Namun terkadang kita sebagai suami / istri karena masing-sibuk dengan urusan masing-masing.
Ada beberapa hal yang sering dilupakan suami terhadap istrinya, diantaranya :

- Suamiku tidak memperhatikan penampilan dan bau tubuhnya (tidak rapi dan bau)

- Suamiku sering mengancam dengan kata-kata cerai

- Suamiku suka memperhatikan wanita lain dan tidak puas dengan istrinya sendiri

- Suamiku tidak mesra sedikitpun, sekadar bercengkerama dengan keluarga pun tidak pernah

- Suamiku tidak pernah memuji, menghibur dan memotivasiku

- Suamiku tidak ikut memperhatikan pendidikan anaknya, membebankan sepenuhnya pada istri

Seorang istri sering kali malu atau tidak berani menyampaikan keluhannya kepada suami. Banyak wanita yang akhirnya memilih bersabar dan memendam segala keluhnya di dalam hati. Buku ini mewakili mereka. Jawaban penulis dalam buku ini yang disertai kisah para salaf dan pertanyaan yang menggugah diharapkan mampu menyentil perasaan suami untuk berubah dan menjadi lebih baik lagi.
Semoga menjadi referensi yang bermanfaat.
Adm .

Jumat, 02 Maret 2012

Bekerja bagaimanakah yang kita pilih ?

Banyak sekali hal-hal yang kita pelajari selama ini dibangku sekolah atau di bangku kuliah ternyata tidak seperti yang kita hadapi di dunia nyata. Banyak mahasiswa / pelajar yang disorientasi dalam pekerjaannya setelah tamat dari kuliahnya. Bingung dengan spesialisasi yang di miliki yang ternyata tidak sesuai dengan keinginan pasar. Kita tidak bisa memungkiri bahwa memang disatu sisi kita harus ikhlas dalam bekerja. Tetapi terkadang tatkala reward yang diperoleh tidak sesuai dengan usaha kita, keikhlasan kita menjadi berkurang.
Dua kata kunci yang mungkin kita garis bawahi adalah " ikhlas " dan " Profesional " dalam setiap aktivitas. Profesional dalam bekerja akan terlihat tatkala kita dihargai sesuai dengan hasil kerja kita yang optimal, namum berbeda dengan iklash, ia merupakan syarat mutlak dalam bekerja.

Kita memang harus banyak belajar dengan orang yang berpengalaman dibidangnya. Seperti hari ini, saya banyak sekali belajar dari seorang Ustad Lulusan Syari'ah yang bergerak dibidang bisnis. Beliau mengatakan " Manusia memiliki potensi yang sangat besar dalam hidupnya, akan tetapi sedikit sekali yang dapat menoptimalkan potensi dirinya 100%, apalagi seseorang yang telah lulus dari fakultas Syariah ( LIPIA misalnya ), mereka justru memiliki analisis yang tajam tatkala menekuni bidang lain di luar syariah. Kita bisa melihat, banyak sekali saudara-saudara kita yang telah lulus LIPIA mereka belajar di bidang politik, ekonomi, perbankan dan sebagainya ternyata kemampuan mereka tidak jauh mumpuni dengan orang yang Mutakhossis di bidang tersebut"

Memang sharing sangat kita butuhkan sekali dalam rangka bertukar pikiran dengan orang lain. Kalebihan kita bisa menutup kekurangan orang lain, atau sebalikya kukurangan kita ada dibalik kelebihan orang lain. Mengajak saudara kita berkumpul untuk diskusi sejenak justru memberi manfaat yang besar dimasa yang akan datang.
Ya memang benar.....kita memang makluq sosial, yang meski bergaul dengan banyak orang dari berbagai tipe. Tiap orang punya ciri khas tersendiri. Bahkan orang yang kita sangka pendiampun ternyata punya kelebihan dalam berorasi dan presentasi.

Banyak sekali bidang yang bisa kita garap, khusus nya dibidang bisnis, terutama dagang yang mana Majal Amal ( peluang bisnisnya ) sangat besar dan luas jangkauannya.
Subhanallah, memang tatkala kita sudah sering terjun kedunia bisnis, modal besar yang kita keluarkan dalam percobaan walaupun gagal ternyata tidak terasa. Memang kita harus bisa untuk memanajemen hati tatkala kita gagal untuk merintis usaha diawalnya. Namun kegagalan itu meskilah kita jadikan guru yang berharga dalam hidup kita, agar tidak masuk kelubang yang sama ke-dua kalinya.
Sekali lagi, ternyata kunci usaha adalah komitmen yang tinggi bahwa kita akan berhasil setelah optimal dengan semua usaha kita.

Semoga Allah memudahkan semua usaha kita, dalam semua aspek karir kita dalam kehidupan kita.

ADM

Kamis, 01 Maret 2012

AWAS KODE MAKANAN MENGANDUNG BABI


Beberapa tahun terakhir beredar informasi tentang ingredient makanan yang dimunculkan dalam kode-E baik di milis-milis tertentu maupun catatan (note) FB beberapa orang yang mengindikasikan bahwa deretan kode-E tersebut pasti bersumber dari babi. Dan kini isu tentang kode-E pada salah satu produk yang telah bersertifikat halal merebak lagi, yang pastinya meresahkan masyarakat penikmat produk tersebut.

Apakah yang disebut kode-E? Kode-E atau E-number menurut UK Food Standard Agency adalah kode untuk bahan tambahan/aditif makanan yang telah dikaji oleh Uni Eropa. Kadang-kadang pada komposisi bahan di kemasan produk pangan tertentu hanya muncul dalam bentuk kode saja, ya kode E tersebut.

Sebenarnya, untuk kepentingan perlindungan konsumen, produsen tidak dibolehkan menginformasikan bahan makanan dalam bentuk kode-E saja, harus ada dalam padanan nama bahannya. Supaya tidak terjadi informasi yang misleading (menyesatkan). Karena ada orang yang alergi dengan bahan pangan tertentu. Kalau dimunculkan dalam bentuk kode-E saja, jelas tidak semua orang bisa menterjemahkan kode tersebut.

Berkaitan dengan aspek kehalalan, berikut ada kutipan hasil salah satu bahan diskusi di Komunitas Peduli Produk Halal, salah satu group di Facebook. Anda bisa melongok informasi tentang berbagai bahasan diskusi tentang kehalalan di group tersebut.

E-100 adalah curcumin merupakan ekstrak kunyit yang berfungsi sebagai pewarna (halal)
E 110 adalah sunset yellow yang merupakan pewarna terutama bagi produk-produk fermentasi yang mendapat perlakuan panas (halal)
E 120 adalah cochineal yang juga merupakan pewarna merah alami yang berasal dari sebuah serangga yang dalam keadaan bunting yang sebenarnya adalah carminic acid. Kehalalannya sangat tergantung wujudnya. Jika cair sangat tergantung pelarut yang digunakan
E 140 adalah chlorophyl adalah pewarna hijau alami yang bisa berasal dari bayam, rumput, dan tanaman lain. Proses ekstraksinya bisa menggunakan pelarut tertentu termasuk etanol. Jika cair, kehalalannya sangat ditentukan sisa pelarut etanol yang terdapat di dalam produk tersebut. Tetapi jika berbentuk bubuk, kehalalannya sangat ditentukan oleh bahan tambahan lain disamping klorofilnya.
E 141 adalah copper complexes of chlorophyl and chlorophyllins halal dengan catatan sama denan E 140.
E 153 adalah carbon black yang bisa berasal tanaman atau tulang hewan (bisa saja dari hewan yang tidak halal seperti babi atau hewan sapi, kerbau, yacht yang tidak disembelih secara Islam)
E 210 adalah calcium sorbat (halal) E 213 adalah potasium benzoate (halal), E 214 adalah calcium benzoate (halal), E 216 adalah ethyl 4-hydroxybenzoate (halal), E 234 adalah 2- (thyazol-4-yl) benzimidazole (halal) , E 252 adalah sodium nitrate (halal) , E 270 adalah calcium acetate (halal), E 280 adalah propionic acid (halal), E 325 adalah sodium lactate (syubhat, tergantung dari media fermentasi asam laktat yang digunakan), E 326 adalah potasium laktat (sda), E 327 calcium lactate (sda), E 337 (potasium sodium L-(+)-tartrate atau sodium potasium tartrate (halal) ,
E 422 adalah glycerol adalah hasil samping produksi sabun, sehingga harus dipastikan sumber asam lemaknya (bisa saja hewan (mungkin saja babi) atau tanaman, atau dari propilen (halal)
E 430 adalah polioksietilen stearat, E 431 adalah polyoksietilen (40) stearate harus dipastikan sumber asam stearatnya (hewani atau tanaman)
E 432 adalah polioksietilen (20) sorbitan monolaurate (sumbernya bisa hewan atau tanaman), E 433 polyoksietilen (20) sorbitan mono oleat, E 434 adalah polioksietilen (20) sorbitan monopalmitate, E 435 Polioksietilen (20) sorbitan monostearat, E 436 polioksietilen (20) sorbitan tristearate. E 470 sodium, potasium dan calsium of fatty acid , E 471 mono dan digleserida, E 472 acetylated mono dan digleserida,E 473 sucrose esters of fatty acid, E 474 sucroglyceride, E 475 polyglycerol ester of fatty acid, E 476 poliglicerol poliricinoleate, E 477 propilen glikol ester of fatty acid, E 478 lactilated fatty acid esters of glycerol and propane -1,2-diol, E 481 sodium stearoyl-2-lactylate, E 482 calcium stearoyl-2-lactilate, E 483 stearyl tatrate, E 491 sorbitan monostearate, E 492 sorbitan tristearate, E 493 sorbitan monolaurate, E 494 sorbitan mono-oleate, E 495 sorbitan monopalmitae, E 570 stearic acid, E 572 magnesium stearate. Semua bahan yang ada asam lemak (fatty acid seperti oleat, stearat, palmitat) nya maka statusnya menjadi syubhat karena ada kemungkinan dari bahan yang haram.
E 440 amidated pectin (halal),
E 542 edible bone phosphate (berasal dari tulang hewan sehingga ada kemungkinan dari babi)
E 631 sodium 5-inosinate (syubhat, dapat dihasilkan dari ekstrak daging),
E 635 sodium 5-ribonukleotida (syubhat tergantung dari media fermentasi yang digunakan)
E 904 shellac (halal)

Tetapi intinya, kode E yang ada kemungkinan bersumber dari hewan, tidak otomatis berasal dari babi. Harus ada sekelompok ahli yang bisa memastikan bahwa bahan-bahan tersebut apakah halal atau haram. Nah, aktivitas ini yang dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). */LPPOM-MUI

ADM

Rabu, 21 Desember 2011

Bolehkah Berpolitik ?

Banyak sekali orang yang memandang politik dalam arti yang terlalu sempit serta cenderung menampilkan politik dalam wajah negatifnya. Seperti keculasan, penindasan, perebutan kekuasaan, pembunuhan, perang dan ceceran darah.

Politik dalam arti sempit dan wajah negatif ini seringkali muncul menjadi icon yang mewakili pengertian kata istilah politik. Padahal ini hanyalah sebuah aliran dan pemahaman subjektif dari Machiavelli yang termasyhur dengan nasihatnya, bahwa seorang penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaannya haruslah menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta, digabung dengan penggunaan kekejaman penggunaan kekuatan.

Tentu saja politik dalam konsep si Machivelli itu bukan sekedar diharamkan dalam syariat Islam, tetapi juga dikutuk. Bahkan turunnya syariat Islam itu salah satu perannya untuk membasmi konsep politik si terkutuk dariItalia itu.

Politik dalam pengertian si pembuat onar ini juga dikutuk oleh semua orang dan dianggap selaku bajingan tak bermoral. Hanya para bajingan yang tak bermoral saja yang memuji konsepnya itu. Para diktator dunia seperti Hitler, Musolini, Lenin, Stalin, Bush, Blair dan orang-orang sejenisnya, bisa dimasukkan dalam kelompok para pemuja ide-ide syetan muntahan dari mulut Machiavelli.

Para Nabi dan Shahabat Adalah Politikus yang Benar

Namun kalau kita kembalikan pengertian politik dalam arti luas dan positif, di mana politik pada dasarnya adalah sebuah sistem untuk mengatur masyarakat atau negara dengan tujuan demi kemashlahatan umat manusia, tentu saja politik itu mulia.

Bahkan sejak masa awal manusia diturunkan ke muka bumi dengan dikawal oleh para nabi dan rasul, tugas utama syariah adalah mengatur kehidupan masyarakat dan negara. Dan itu adalah politik. Tapi bukan versi Machiavelli, melainkan versi langit alias versi syariah.

Maka bisa kita sebutkan bahwa menjalankan politik yang benar itu bukan hanya boleh, tetapi wajib bahkan menjadi inti tujuan risalah. Untuk mengatur politik-lah para nabi dan rasul diutus ke muka bumi, selain mengajarkan ritual peribadatan.

Diplomasi dengan Penguasa Zalim

Dalam realitasnya, ternyata para nabi dan Rasul pun bukan hidup di dalam hutan jauh dari politik kotor. Justru mereka berhadapan langsung -face to face- dengan para pelaku politik jahat. Bukankah Allah SWT memerintahkan kepada Musa untuk mendatangi Fir'aun?

Pergilah kepada Fir'aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas.(QS. Thaha: 24)

Bahkan Nabi Musa as. sendiri lahir di dalam istana Fir'aun yang sedang aktif berpolitik kotor. Dan Musa ikut masuk dalam gelanggang politik berhadapan dengan Fir'aun, namun membawa konsep politk langit. Maka begitulah, sebagian besar isi Al-Quran yang bercerita tentang Nabi Musa as, lebihbesar porsinya tentang kisah politik Nabi Musa versus Fir'aun.

Datangnya Musa as berdebat dan berdiplomasi langsung ke istana Fir'aun, bukankah itu tindakan politik?

Perang

Selain Musa as., nyaris semua nabi memang menjadi pimpinan politik umatnya. Mereka tidak mengurung diri di dalam mihrab meninggalkan urusan duniawi, melainkan mereka ikut dalam semua aktifitas membangun bangsa. Bahkan tidak sedikit di antara para nabi itu yang mati lantaran perjuangan mereka dalam masalah politik. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.(QS. Ali Imran: 146)

Apakah perang bukan urusan politik?

Mengatur Kekayaan Negara

Nabi Yusuf as. juga seorang politkus yang handal dan sukses menyelamatkan negaranya dari berbagai krisis ekonomi. Bahkan Al-Quran secara nyata mengisahkan bagaimana deal-deal politik Nabi Yusuf as. untuk mengincar jabatan sebagai penguasa masalah logistik negara.

Berkata Yusuf, "Jadikanlah aku bendaharawan negara; sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan." (QS. Yusuf: 55)

Apakah mengatur logistik dan kekayaan negara bukan urusan politik?

Maka berpolitk yang tujuan dan caranya sesuai dengan misi ilahi, tentu saja hukumnya boleh dan bahkan wajib. Sedangkan berpolitik yang tujuan dan caranya bagai si Machiavelli durjana itu, jelas haram bahkan dilaknat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template