Sabtu, 28 November 2015

Bala' yang manakah yang kamu sadari ?

العقاب المحسوس وغير المحسوس

BALA yang DISEDARI dan BALA yang TIDAK DISEDARI

قال أحد الطلاب لشيخه: "كم نعصي الله ولا يعاقبنا".

Seorang pelajar bertanya kepada gurunya " mengapakah  apabila kita banyak melakukan MAKSIAT terhadap Allah, tetapi Allah tidak menimpakan BALANya ke atas kita dengan SEGERA?"

فرد عليه الشيخ: "كم يعاقبك الله وأنت لا تدري".!

Gurunya menjawab "Allah telah menimpakan BALANya, tetapi engkau yang tidak MENYEDARINYA.!".

ألم يسلبك حلاوة مناجاته ..!!
وما ابتلي أحد بمصيبة أعظم عليه من [قسوة قلبه].

"Bukankah Allah telah mencabut perasaan indah bermunajat denganNya dari hatimu...!!
Tiada BALA yang lebih BERAT ditimpakan ke atas seseorang dengan penyakit "HATI YANG KERAS".

إن أعظم عقاب يمكن أن تلقاه هو قلة التوفيق إلى أعمال الخير .

Sesungguhnya seberat-berat bala yang akan ditimpakan ke atasmu ialah Allah akan menyempitkan laluanmu ke arah jalan kebaikan.

ألم تمر عليك الأيام دون قراءة للقرآن ؟!

Bukankah telah berlaku ke atas dirimu engkau tidak membaca Quran selama beberapa hari?

بل ربما تسمع قوله تعالى: {لو أنزلنا هذا القرآن على جبل لرأيته خاشعاً متصدعاً من خشية الله} ..  وأنت لا تتأثر كأنك لم تسمعها ..!!!

Bahkan mungkin engkau mendengar firmanNya yang berbunyi "kalau Kami turunkan Al-Quran ini ke atas gunung nescaya engkau akan melihatnya khusyuk dan hancur luluh kerana takutkan Allah" Al-Hasyar : 21.

Engkau mendengar ayat ini tetapi engkau tidak merasa apa-apa...!!!

ألم تمر عليك الليالي الطوال وأنت محروم من [القيام] ..؟!

Bukankah berlalu beberapa malam tetapi engkau terhalang daripada bangun [qiyamullail] ?

ألم تمر عليك مواسم الخير: رمضان .. ست شوال .. عشر ذي الحجة .  ولم تُوفق إلى استغلالها كما ينبغي ..

Bukankah berlalu peluang-peluang kebaikan seperti: Ramadhan, Enam Syawwal, Sepuluh Zulhijjah. Sedangkan engkau tidak dipermudahkan untuk mengambil peluang-peluang tersebut dengan sewajarnya.....

أي عقاب أكثر من هذا

Adakah BALA yang lebih BERAT dan SEGERA dari semua ini?

ألا تحس بثقل الطاعات ؟

Bukankah engkau merasa berat apabila mahu melakukan ketaatan?

ألم يُمسِك لسانك عن ذكره تعالى؟

Bukankah lidahmu ditahan daripada mengingatiNya?

ألا تحس بضعف أمام الهوى والشهوات ؟

Bukankah engkau merasa lemah apabila berhadapan dengan bisikan hawa nafsu dan syahwat?

ألم تبتلى بحب المال والجاه والشهرة ؟

Bukankah engkau telah ditimpakan dengan cintakan harta, pangkat dan perasaan ingin popular?

أي عقاب أكثر من ذلك ..

Adakah bala yang lebih BERAT dan SEGERA daripada ini semua?

ألم تسهل عليك الغيبة والنميمة والكذب؟!

Bukankah dipermudahkan bagimu untuk mengumpat, mengadu domba dan berkata dusta?!

ألم يشغلك الفضول بالتدخل فيما لا يعنيك؟!

Bukankah engkau disibukkan dengan perkara-perkara sia-sia yang tiada kaitan dengan dirimu?!

ألم يُنسِك الآخرة ويجعل الدنيا أكبر همك؟!

Bukankah engkau telah dilupakan tentang akhirat dan segala tumpuanmu dihalakan kepada hal keduniaan?

هذا الخذلان ما هو إلا صور من عقاب الله .

Semua kehinaan ini tidak lain dan tidak bukan adalah bentuk-bentuk bala yang Allah timpakan ke atas dirimu.

إحذر يا بني فإن أهون عقاب لله : " ما كان محسوساً" في المال أو الولد أو الصحة .

Berhati-hatilah wahai anakku, kerana BALA yang paling RINGAN yang Allah timpakan: "BALA yang boleh DISEDARI seperti bala yang ditimpakan ke atas harta, anak pinak dan kesihatan.

وأن أعظم عقاب "ما كان غير محسوس"في القلب" .

Dan sesungguhnya sebesar-besar bala yang ditimpakan ke atas hamba adalah "BALA yang tidak DISEDARI iaitu "BALA di dalam HATI"

فاسأل الله العافية واستغفر لذنبك.

Mohonlah keampunan dan kesejahteraan dari Allah dan beristighfarlah atas dosa-dosamu.

Hati hati dengan gelar

Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang Imam berkata: "Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir".

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?" tanya si bocah.

"Nu'man namaku", Jawab sang imam.

"Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a'dhom. (Imam agung) itu..??" Tanya si BOCAH.

"Bukan aku yang memberi gelar itu, Masyarakat-lah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar...! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan-mu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya".

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis....

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena Harta yang berlimpah, tertipu karena status sosial...

Jangan sampai kita tergelincir... jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia.

PEPATAH MENGATAKAN:

"SEPASANG TANGAN YANG MENARIKMU KALA TERJATUH LEBIH HARUS KAU PERCAYAI DARIPADA SERIBU TANGAN YANG MENYAMBUTMU KALA TIBA DI PUNCAK KESUKSESAN.”

(Nailul Authar)

Senin, 23 November 2015

Doa mendengar petir


Mengapa berteriak ketika marah ?

Kenapa Orang Berteriak Ketika Marah?
Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya, mereka  melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar, dan saling berteriak.
Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : "Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?".
Salah satu murid menjawab : "Karena kehilangan sabar, makanya mereka  berteriak."
"Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya?
Bukankah pesan yang ia sampaikan , bisa ia ucapkan dengan cara halus ?". Tanya sang Syeikh menguji murid2nya.
Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang Syeikh  berkata : "Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya.  Karena jarak kedua hati semakin jauh". 
"Begitu juga sebaliknya , di saat kedua insan saling jatuh cinta?" lanjut sang Syeikh.
"Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang  lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke 2 hati sangat dekat."
"Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?", Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Pada Akhirnya , mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi."
Sang Syeikh memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut : "Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh"....
بارك الله فيكم ..

Nasihat Hasan Al basri

Nasehat Hasan Basri:
1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.
2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.
3. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.
4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........
              Sahabat2ku...
           Jangan tertipu
        dengan usia MUDA
        karena syarat Mati
         TIDAK harus TUA.
   Jangan terpedaya dengan
        tubuh yang SEHAT
       karena syarat Mati
       TIDAK mesti SAKIT
   Jangan terperdaya dengan
        Harta Kekayaaan
                sebab
    Si kaya pun tidak pernah 
     menyiapkan kain kafan
             buat dirinya
      meski cuma selembar.
      Mari Terus berbuat BAIK,
         berniat untuk BAIK,
     berkata yang BAIK-BAIK,
   Memberi nasihat yang BAIK
Meskipun TIDAK banyak orang
      yang mengenalimu dan
   Tidak suka dgn Nasihatmu
        Cukup lah  اللهِ yang
     mengenalimu lebih dari
           pada orang lain.
      Jadilah bagai JANTUNG
        yang tidak terlihat,
     tetapi terus berdenyut
     setiap saat hingga kita
terus dapat hidup, berkarya
     dan menebar manfaat
       bagi sekeliling kita
     sampai diberhentikan
              oleh-NYA
     
                Sahabat2ku...
"Waktu yang kusesali adalah
         jika pagi hingga
      matahari terbenam,
amalku tidak bertambah
            sedikit pun,
  padahal aku tahu saat ini
       umurku berkurang"
        (Ibnu Mas'ud r.a.)
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template