Senin, 14 Oktober 2013

IDUL QURBAN ANTARA PRESTISE DAN TA'ABBUD

Pertanyaan yang kadang-kadang sering muncul dibenak saya adalah apakah orang kaya yang berkurban setiap tahun disebuah tempat (mushala atau masjid) dengan mengatasnamakan pribadi atau keluarga mereka  "ikhlas" dalam beramal atau cuma sekedar melaksanakan rutinitas mereka setiap tahun. Mungkin bagi kalangan tertentu "orang kaya" bagi mereka mengeluarkan uang yang tidak seberapa bukanlah hal yang berat untuk dilakukan. Akan tetapi banyak Saya temukan orang yang berkurban karena mereka ingin dianggap sebagai orang yang "mampu". Yah begitulah karena untuk masalah hati hanya dia dengan Allah lah yang tau. Akan tetapi bukanlah masalah gengsi yang harus dikedepankan dalam masalah ini, akan tetapi berkurban adalah ibadah yang sangat besar fadilahnya. Banyak sekali masyarakat muslim yang memiliki kelebihan harta ketika ditanya :
" Bapak tahun ini berqurban apa ?"
" Bapak tahun ini berkurban kambing atau sapi ?" atau dengan kata-kata yang sejenisnya membuat orang yang berkurban menjadi tidak ikhlas karena kalau dia tidak berkurban dia merasa "tidak enak" terhadap opini masyarakat terhadap dirinya.

Akan tetapi itulah kelebihan mereka atas harta (karunia) yang diberikan Allah kepada mereka. Minimal mereka bisa memberikan sumbangsih kepada ummat ini walaupun masih terdapat kontoversi dalam hati mereka antara keikhlasan dalam berkurban atau sekedar mempertahankan prestise di Masyarakat.
SELAMAT HARI RAYA QURBAN 1434 Sob....................................
Semoga amal yang kita lakukan ikhlas karena Allah,
Semoga Allah memberikan kemudahan bagi saudara Kita yang lain yang belum berkesempatan untuk berkurban,
تقبل الله منا و منكم صالح الأعمال

0 komentar:

Posting Komentar

Kotak Pesan

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template